jadwal salat








Prayer Times For 6 Million Cities Worldwide

Country:



quran

Rabu, 02 November 2011

PENYESALAN


PENYESALAN
oleh: Elsa Solehani

  Umur ku berlalu dalam kesia-siaan, segala urusan ku hanya perbuatan sia-sia.
  Orang beruntung telah bersungguh-sungguh,                  Sedangkan aku hanya diam membiarkan ku sia-sia.
  Sekarang tampak orang beruntung, Sedangkan aku sekarang tampak kerugian ku.
Alangkah indahnya jika dulu mendengar nasihat, alngkah indahnya jika dulu mendengar umpatan.
  Setiap hari aku ditawan oleh dosa dan maksiat ku.
Duhai malangnya, Apakah aku masih punya tekad untuk lepas dari belanggu?
  Apakah aku masih bisa memakai baju kebenaran sebelum masuk liang kubur?
  Wahai malangnya hati ku akan hari kiamat!! yang sibuk dengan beratnya dosa, dosa yang membebani punggung.

Penulis adalah siswa MTs N Leisari Kelas IX a

Terima Kasih Ibu Ayah


Terima Kasih Ibu Ayah
oleh: Fitri yanti


Terima kasih ibu
Terima kasih ayah
Lahir ku kedunia
Ku disambut penuh syukur

Bisikan adzan ketelinga
Iqomah kalimat nan luhur
Lahir ku kedunia
Ku diasuh mengenal Allah

Ku diajar sebut namanya
Juga nabi dan rosul mulia
Salam sayang ayah dan ibu
Mendidik tak pernah jemu

Tiada yang lebih bernilai
Dari pengorbanan yang suci itu
Tak berdaya aku membalasnya
Semoga aku menjadi anak yang baik

Dan selalu bertakwa kepada orang tua ku
Maafkan lah salah hilap ku
Tanpa maaf dan juga restu
Hidup aku jadi tak menentu


penulis adalah siswa MTs N.lewisari Kelas IX b

PERSAHABATAN


PERSAHABATAN
oleh: Yani Santi A

Persahabatan itu bukan gue,
 Tapi kami
Bukan dia, Tapi kita

Bukan ngetawain dia untuk ketawa bareng-bareng
Bukan ada kalau gak seneng, mau dan perlunya saja..
Tapi harus ada timbal balik, kita semua itu sama gak ada kelompok Exlusip atau Take or Give, yang penting kebersamaan dan solidaritas

yang baik dan rukun sama semua temen-temen.
So, aku harap kalian mengerti apa persahabatan itu….

Penulis adalah siwswa SMP Islam YPC
Kelas IX a

Nilai Sebuah senyuman


Nilai Sebuah senyuman
oleh: Heri Budianto


Dia tidak meminta bayaran, namun menciptakan banyak.
Dia mempekaya mereka yang menerimanya, tanpa membuat melarat mereka yang memberinya.
Dia hanya sekejap namun kenangan tentangnya kadang-kadang bertahan selamanya.
Tak seorangpun yang meskipun kaya mampu bertahan tanpa dia, dan tidak seorangpun yang begitu miskin tetap menjadi lebih kaya dari pada mamfaatnya.
Dia menciptakan kebahagiaan di rumah,di luar, mendukung niat tulus dalam persahabatan dan merupakan tanda balasan dari kawan-kawan.
Dan memberi istirahat untuk rasa lelah, sinar terang untuk putus asa,sinar mentari bagi kepedihan, dan penangkal alam bagi kesulitan.
Namun dia tidak bisa dibeli, di mohon, dipinjam, atau dicuri karena dia adalah sesuatu yang tidak berguna sebelum diberikan pada oarng lain.
Karena tak seorangpun yang begitu yang lebih membutuhkan senyuman dari pada mereka yang tidak punya lagi yang tersisa untuk diberikan.
Mka jangan menunggu bahagia barru anda tersenyum. Namun, tersenyumlah maka anda akan bahagia.
Keep smile, Keep spirit!!!

Penulis adalah siswa MA YPC Kelas XII Ia

Persahabatan Antara Ikan dan Monyet


Persahabatan Antara Ikan dan Monyet
oleh: Wilda Hujaimah

Di sebuah danau yang berair jernih, hiduplah seekor ikan mas yang indah, Di pinggir danau terdapat sebatang pohon jambu yang tumbuh dengan subur, Seekor monyet sedang duduk pada phon itu, ia melihat seekor ikan mas sedang berenang-renang di air.
Kemudian monyet itu melemparkan sisa jambu-jambu ke air, keping-keping jambu itu dengan segera di lahap oleh ikan mas. Sejak saat itu kedua mahluk yang berbeda lingkungan itu bersahabat.
Setiap hari monyet itu menyempatkan diri duduk dekat air danau. sementara itu, ikan mas berenang-renang di air danau. Pada suatu hari ikan mas berseru kepada monyet, “sahabatku, lihatlah langit telah penuh dengan awan hitam” Segeralah mencari tempat berteduh yang nyaman! si monyet memandang kelangit dan bergegas mencari tempat berlindung. Tak lama kemudian hujan mulai turun, makin lama makin deras.
Karena kedinginan, berkatalah monyet di dalam hati,” kasihan sekali ikan mas sahabatku itu, tentu juga ia kedinginan. Aku harus segera menolongnya.” Tanpa pikir panjang monyet itu segera berlari menuju danau dan berseru, ” Ikan mas saudara ku lekaslah kemari!”. Mendengar suara sahabatnya itu, ikan mas menyangka si monyet terjatuh dan meminta tolong kepadanya. Ketika ia mendekat kepinggir danau, si monyet segera menyambarnya. ikan mas meronta-ronta berusaha mati-matian untukn melepaskan diri dari tangan si monyet. Namun, si monyet tidak menghiraukan dan terus membawa ikan mas, ia naik pohon menuju pohon yang teduh. Didekapnya ikan mas itu erat-erat supaya badannya hangat.
Segera setelah hujan reda, si monyet mengeluarkan ikan mas dair dekapannya dan ia menjatuhkan ikan mas itu ke danau, tetapi ternyata ikan mas itu sudah mati karena tidak dapat bernafas. Monyet pun menyesali perbuatannya itu.

Penulis adalah siswa SMPI Cilenga Kelas VIII

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Host